Masyarakat Roma berduyun-duyun menuju sebuah bangunan megah, bernama Coliseum, dengan satu tujuan: menonton pertunjukan brutal yang akan memuaskan nafsu kebinatangan mereka. Sebuah pertunjukan yang tak ada bandingnya: Manusia diadu dengan singa. Ketika seekor singa berhasil merobek-robek tubuh-tubuh yang tak berdaya, mereka bersorak gembira. Yang mengherankan: manusia-manusia yang dikorbankan d…
Buku yang ditulis oleh Cosmas Batubara, menteri pada masa pemerintahan Orde Baru, mengulas perjalanan politik Indonesia. Pasang surutnya politik Indonesia. Indonesia mengalami masa keemasan menurut beberapa pihak pada masa Orde Baru. Namun, Orde Baru tidak dapat mempertahankan masa kesuksesan Orde Baru. Hingga kini banyak yang mencaci Orde Baru, namun banyak pula yang menginginkan kembali meras…
Later Leo Peril adalah pendidik profetis yang membuat orang merasa betah di Kisol, tetapi juga menanamkan semangat pencarian yang membuat mereka bermimpi dan merindu tentang kenyataan di luar dan setelah Kisol.
This volume concludes Raymond E. Brown's commentary on the Gospel of John. Continuing his study begun in Anchor Bible Volume 29, the author translates the original Greek text into today's English. which allows all readers to make sense of the Gospel. Father Brown's notes and comments sort out the major issues surrounding the writings of John -- questions of authorship, composition, date, and Jo…
Estetika dengan sumber utama ruang batin dalam diri manusia maupun kebudayaan adalah cita rasa seni menikmati hidup, mengapresiasi, bahkan menyikapi kenyataan. Estetika inilah yang tampil sebagai penjaga peradaban manusia, karena ia tak kan pernah tertaklukkan oleh kekerasan atau kekuasaan totaliter sekejam apapun. Namun iklim budaya, sosial, dan politik di Indonesia kecil porsinya buat perhati…
Bagi banyak orang, itu pilihan yang sulit. Sistem sosialis dengan kekuasaan Partai Komunis yang totaliter, bagi orang seperti Adorno, mengancam. Sementara itu kapitalisme tetap memperparah apa yang disebutnya sebagai “kehidupan yang cedera”, berchädigten Leben, dunia modern.
Monologion ini dibuka dengan sebuah proposisi tentang kata. Kata mendasari universum dan kepadanyalah segala sesuatu tergantung. Kata itu tampak mulai dari yang paling renik sampai yang paling rumit dan, seperti diamini penulis buku ini, hingga tak lagi bisa ditemukan oleh bahasa. Jika memang demikian, bagaimanakah sesuatu yang tidak bisa ditemukan oleh bahasa terpahami, sementara bahasa dim…