Buku ini berisikan sejarah dari pembantaian jenderal pada tanggal 30 September 1965 atau yang lebih dikenal dengan G 30 SPKI.
Kelahiran menuju ke kematian, dan kematian mengawali kelahiran. Sebuah kehidupan baru lumrahnya disambut dengan kebahagiaan, kedatangannya merupakan simbol harapan baru dan perkembangan. Di sisi lain, ada pula kehidupan yang datang ke dunia tanpa sambutan dan tak terberkahi, yang mengalami banyak kenaasan. Ada empat fase dunia yang fana (tak kekal), yakni pembentukan, keberadaan, pengurai…
Diterjemahkan dari disertasi doktoral di National University of Singapore dengan judul 'Breaking the immortalized past: anti communist discourse and reconciliatory politics in post-Suharto Indonesia'. Buku ini turut ambil bagian dalam menempatkan masa lalu pada tempatnya dan rekonsiliasi antar berbagai kelompok berikut keturunannya yang pernah berseteru dan saling menaruh curiga dalam tragedi 1…
Bila sebelumnya tragedi 1965 seakan hanya berlangsung di pulau Jawa, maka kini sudah mulai terbit buku-buku tentang dampak peristiwa tersebut di daerah. Pembantaian di Bali tahun 1965 disinggung dalam buku I Ngurah Setiawan (Bali, Narasi dalam Kuasa, 2005). Dua artikel mengenai masalah 1965 di Nusa Tenggara Timur yang masing-masing ditulis Paul Webb dan Steven Farram diterjemahkan dan disatukan…