Mengamati kehidupan menggereja di kota metropolitan yang penuh hiruk-pikuk tentu akan berbeda dengan kehidupan menggereja di kota mungil atau malah pedesaan yang diam dalam keheningan. Di manakah letak perbedaan mendasar ciri khas penggembalaan dan karakteristik umat di antara keduanya? Sekiranya kita sekalian dapat menjawabnya sekilas, alm. Y.B. Mangunwijaya Pr. telah dengan cermat mengulasnya…
Buku ini terdiri dari 11 bagian. Bagian 1 Humanisme religius dan nasionalisme yang terbuka. Faham dasar pendidikan Mangunwijaya. Bagian 2 Manusia humanis menurut Romo Mangun. Bagian 3 "Pasemon" dalam sastra karya Romo Mangun. Bagian 4 Kberpihakan pada kaum miskin, konteks yang melatarbelakangi dan gambaran kaum miskin dalam Balada Becak karya Y.B. Mangunwijaya. Bagian 5 Si peggembala Cerita. Ba…
Lho Kang Karto, kok cuma ngelamun di kebun. Sudah pernah main golf belum? Kalau belum ya tunggu sampai dapat dawuh, siapa tahu sekali sampean ayunkan stik sampean langsung deh dapet hole in one. Ini perkara pembangunan lapangan golf di awal PJPT kedua di Indonesia. Den Mas Menteri Jeroan ngendika, golf dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sedang Menteri Kanuragan bilang, golf pertanda ma…