Buku kecil ini berceritera tentang sebuah rombongan kecil ‘misi rohaniwan’ dari Jepang, yang terdiri dari Mgr. Paulus Yamaguchi, uskup dari Nagasaki, Mgr. Aloysius Ogihara SY, administrator apostolis dari Hiroshima, Romo Mikhael Iwanaga, Pr, dan Romo Philipus Kyono, Pr, yang tiba pada akhir bulan Agustus 1943 di Ende. Tujuan mereka adalah membantu Uskup Henricus Leven dan beberapa pastor tu…
The man or woman of faith living in today's pluralist world must have a theology that will do justice to his or her own faith, and also to the neighbours' - and to the differences between them. Similarly, humanists must have a theory that does justice to their own vision and also to the fact that for most of their fellows on earth the proper way of being human has been one or another of various…
"banyak diantara kita yang berpendapat bahwa Al Quran 'hanya bisa' dipahami oleh orang2 yang berbahasa arab. Dan tidak ada jalan lain bagi mereka untuk memahaminya kecuali dengan menguasai bahasa arab terlebih dahulu. AGUS MUSTOFA memberikan solusinya di buku ini.
Dimanakah Allah? Apakah IA berada di dalam surga? Apakah IA ada di langit? Apakah IA bersama kita? Apakah bersemayam di hati setiap manusia? Bukankah IA ada di Arsy? Tapi dimanakah Arsy Allah itu? Inilah puncak pengalaman tauhid sang penulis yang dituangkan untuk pembaca. Sebuah diskusi tasawuf yang sangat dalam dan menarik !
Buku ini menjadi sebuah ajang diskusi sekaligus kontemplasi untuk mengukur kualitas syahadat kita, yang juga berarti kualitas keislaman kita. Karena sesungguhnyalah kualitas keislaman kita bergantung kepada kualitas syahadat yang sedang kita jalani. Jangan mengira, kalau sudah bernama Islam, beratribut Islam, paham ilmu Islam, kelak pasti masuk surga. Sementara, orang yang rajin menjalankan sha…
Tahukah anda kenapa babi diharamkan? Kenapa bertarekat kok jadi edan? Membela Islam kok malah radikal? Benarkah agama adalah racun peradaban? Benarkah belajar tanpa guru, gurunya syetan? Dan benarkah beragama tak boleh menggunakan akal? Semuanya dijawab tuntas dalam buku fenomenal Beragama Dengan Akal Sehat.
Agus Mustofa menemukan alat untuk mengukur kekhusyukan kamera dzikir dan shalat. Ia berhasil memodifikasi fungsi peralatan kamera aura untuk mengukur kualitas ibadah. Buku ini mengajak Anda untuk meningkatkan efektifitas interaksi dengan Sang pencipta: bagaimana seharusnya sikap hati Anda saat berdzikir dan shalat yg khusyuk.
Kenapa berdoa disekitar Ka'bah mustajab? Kenapa shalat di Masjidil Haram bernilai ratusan ribu kali lipat? Ternyata di sana ada Pusaran Energi Positif yang sangat besar disebabkan oleh orang bertawaf, dan umat Islam di seluruh dunia shalat menghadap ke satu titik : Ka'bah. Agus Mustofa mengajak anda memahaminya secara scientific.
Adam dilahirkan? Bukankah Ia manusia pertama? Agus Mustofa mencoba melakukan rekonstruksi terhadap proses penciptaan manusia, lewat pendekatan ayat-ayat Qauliyah (Al Qur’an) dan lewat ayat-ayat Kauniyah (ilmu pengetahuan modern). Hasilnya kontroversial! Ternyata Adam memang bukan manusia pertama!