Ibu Teresa dari Kalkuta sebenarnya tidak mau dibicarakan, apalagi di tokohkan. Dia lebih ingin agar orang berbicara tentang Tuhan. Dengan jujur dia mengakui bahwa dirinya tidak berarti apa-apa, bukan siapa-siapa. Apa pun yang dilakukannya semata-mata untuk Yesus, bersama Yesus, dalam Yesus, dan dari Yesus. Namun bagaimana pun juga ia telah menjadi dian yang menyala di tengah kegelapan. Jejak la…
Ibu Teresa dari Kalkuta sebenarnya tidak mau dibicarakan, apalagi di tokohkan. Dia lebih ingin agar orang berbicara tentang Tuhan. Dengan jujur dia mengakui bahwa dirinya tidak berarti apa-apa, bukan siapa-siapa. Apa pun yang dilakukannya semata-mata untuk Yesus, bersama Yesus, dalam Yesus, dan dari Yesus. Namun bagaimana pun juga ia telah menjadi dian yang menyala di tengah kegelapan. Jejak la…
For many Christians, the time of an authoritarian theology, whether based on the authority of the Bible or that of the church, is no longer viable. Even movements like "biblical theology" or the kind of theology of revelation centered on Jesus Christ, such as Karl Barth championed, seem to have had their day in our pluralistic world. In addition, a return to the liberalism that was so dominant …