Corpus salib di ruang pastoran itu menangis. Air matanya menetes ke lantai. Tongkat dengan pisau di dalamnya kaget melihat salib menangis. “Mengapa kamu menangis, salib? Apakah kamu sakit atau sedih?” Corpus salib melihat ke arah suara. Demi dilihatnya yang bertanya tongkat dengan pisau di dalamnya, tangis si salib agak reda. Lalu, sambil masih terisak-isak, salib itu berkata, “Maaf ya, k…
“Aku gembira ketika membaca berita bahwa 18 cerpen Najib Mahfuz yang sebelumnya tak diketahui ditemukan di antara berkas-berkas lamanya. Barangkali irasional, tetapi ada bagian dari diriku yang berpikir ia pasti sangat gembira. Aku bayangkan dia mengelus-elus buku baru ini sambil menghisap rokok, dengan secangkir kopi Turki yang kuat di sampingnya.” — Elif Shafak Dalam kumpulan yang ti…
Mengapa baru ketika sesuatu hilang untuk selamanya, kita merasakan betapa besar artinya bagi kita? Mengapa sesuatu yang ditutup-tutupi - entah dalam sejarah sebuah bangsa atau dalam keluarga sendiri - bisa berdampak begitu besar? Mengapa saya tidak bisa membuang apa pun? dan mengapa hewan yang telah punah, lukisan yang dirusak, dan buku yang dibakar terasa jauh lebih menarik dan lebih memesona …