PERPUSTAKAAN IFTK LEDALERO

NPP: 5307042F0000001 | Diligite Lumen Sapientiae

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Visitor
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Civil Islam : Islam dan Demokratisasi di Indonesia
Penanda Bagikan

Text

Civil Islam : Islam dan Demokratisasi di Indonesia

HEFNER, Robert W. - Nama Orang;

Demokratisasi muslim Indonesia tidak eksklusif. Sejak awal fleksibel terhadap hal-hal berbeda yang datangnya dari luar Islam. Di kalangan masyarakat Barat, sudah lama tertanam keyakinan bahwa demokratisasi tak bakal ada di dunia Islam. Ketidakpercayaan ini makin terlihat setelah berakhirnya Perang Dingin, sehingga Barat tak lagi punya pesaing, dan karena itu sedang memperhitungkan pesaing baru. Dan Huntington datang dengan tesis yang sangat merendahkan penganut Islam, Konfusionisme, kepercayaan Jepang, Hindu, Budha, serta budaya tua lainnya.

Menurut dia, prinsip-prinsip demokrasi -seperti individualisme, liberalisme, konstitusionalisme, hak asasi manusia, kesetaraan, kebebasan, pasar bebas, dan penegakan hukum- tak bakal bisa diterima oleh selain Barat. Lewat buku Civil Islam ini, Hefner ingin membuktikan hal sebaliknya dari yang diasumsikan Huntington.

Hefner mengajukan hasil penelitiannya selama kurang lebih 10 tahun di lingkungan masyarakat muslim Indonesia. Demokratisasi di Indonesia menjadi penting karena Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia saat ini, dengan penduduk sekitar 210 juta dan memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.
Bagi Hefner, krisis ekonomi yang mengakibatkan kerusakan pada semua sistem kehidupan masyarakat belum menjadi pertanda kekabutan akan optimisme demokratisasi di Indonesia, sebagaimana yang dilansir beberapa pengamat politik tentang Indonesia. Menurut Hefner, Indonesia sudah berperadaban sebagaimana juga yang dimiliki oleh negara-negara besar lainnya untuk proses demokratisasi dan pluralisme.

Hal ini ditunjukkan oleh upaya yang sungguh-sungguh dari pelbagai kalangan intelektual muslim Indonesia, terutama untuk mengidentikkan diri kepada ideal-ideal demokrasi. Pengalaman ini dirasakan Hefner melalui perbincangan-perbincangan informal dengan kalangan intelektual muslim di Indonesia. Mereka meyakini proses yang sungguh-sungguh untuk memperjuangkan demokratisasi di Indonesia.

Kegairahan kalangan intelektual muslim mengadopsi demokratisasi di Indonesia itu sekaligus menyakinkan Hefner bahwa demokratisasi tidak terbatas di kalangan Barat saja. Bagi Hefner, pandangan muslim Indonesia, yang menganggap prinsip-prinsip demokratisasi Barat tidak selalu berkompromi dengan kepercayaan mereka, merupakan cara pandang dialogis dan transkulturalis yang akan menjadi titik masuk ke dalam makna demokrasi modern.

Hefner memaparkan jalan panjang demokratisasi di masyarakat muslim Indonesia, yang tidak hanya dimulai dari masa Indonesia kontemporer. Melainkan jauh ke belakang menelusuri peradaban demokrasi yang sudah berkembang sejak wilayah ini diakui menjadi bagian dari carrefour (persimpangan) peradaban -meminjam istilah Denys Lombard.

Artinya, demokratisasi muslim Indonesia sesungguhnya bukan locus eksklusif hanya bagi muslim di Indonesia, melainkan juga menyangkut wilayah-wilayah lainnya yang terhimpun dalam wilayah Asia Tenggara. Sejak awal, wilayah ini memang dikenal sangat fleksibel terhadap penyatuan hal-hal yang berbeda yang datang dari luar, seperti Hinduisme, Budhisme, ajaran Cina, dan mistisisme Islam.

Kondisi demikian juga berlanjut sampai era modern, ketika kapitalisme kolonial, birokrasi negara, budaya cetak, reformasi Islam, dan gerakan kemerdekaan ditransformasikan ke dalam diri mereka. Yang menjadi pertanyaan, apakah keyakinan demokratisasi muslim di Indonesia yang dikemukakan Hefner itu menjadi kenyataan yang terus berlangsung setelah buku ini selesai? Sebab, demokratisasi di Indonesia justru dimatikan oleh pelaku-pelaku yang mengaku sebagai orang yang duduk pada beacon of democracy, seperti badan eksekutif, legislatif, dan juga yudikatif.


Ketersediaan
#
PERPUSTAKAAN KAMPUS 1 297.6 HEF c C-1
1033775201
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tidak Dipinjamkan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
297.6 HEF c
Penerbit
Yogyakarta : Institut Studi Arus Informasi., 2001
Deskripsi Fisik
xvi + 376 hlm.; 23,5 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-8933-35-4
Klasifikasi
297.6
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan ke-1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Robert W. Hefner
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN IFTK LEDALERO
  • Login Pustakawan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
Visitor Perpustakaan IFTK Ledalero Flag Counter

Tentang Kami

Perpustakaan Ledalero merupakan salah satu unit kerja dalam lingkup Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero yang bertugas untuk menyediakan pelbagai jenis koleksi dalam rangka mendukung kegiatan perkuliahan di IFTK Ledalero.Perpustakaan Ledalero didirikan oleh Pater Adrian Vlooswijk, SVD pada tanggal 20 Mei 1937. Nama Perpustakaan Ledalero, diambil dari nama Perpustakaan Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero. Pemilik Perpustakaan ini ialah Seminari Tinggi Santo Paulus, Ledalero. Seminari Tinggi ini adalah Lembaga Pendidikan Calon Imam Pribumi dan dikelolah oleh Tarekat Societas Verbi Divini (SVD), atau Serikat Sabda Allah, sebuah Tarekat misioner internasional. Sejak berdirinya Seminari Tinggi ini pada tahun 1937, Perpustakaan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari karya pendidikan calon imam di Seminari Tinggi ini yang sesungguhnya merupakan satu Pendidikan Perguruan Tinggi.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community & TIM IT IFTK LEDALERO

Ditenagai oleh SLiMS & Criswanto Tapo
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?