Text
Pastoral Transformatif Berjejaring : Lustrum Mgr. Siprianus Hormat
Dalam aliran waktu yang telah berlalu, telah terpatri momentum-momentum bernas dalam kehidupan Bapa Uskup Sipri. Sayang bila hal itu menguap seperti kabut pagi. Terlebih ketika momentum itu telah berkontribusi terhadap bonum commune, terhadap pertumbuhan Kerajaan Allah di muka bumi ini Sungguh pentinglah bila hal itu dibukukan. Tentu bukan sekadar menjadi memori indah untuk dikenang, melainkan menjadi narasi inspiratif. Buku kenangan penuh syukur ini kiranya menjadi sejarah kehidupan seorang gembala yang bermakna bagi setiap pembaca dan bagi Gereja.
~ Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta ~
Formasi menjadi imam menyangkut seluruh diri manusia, hati, budi dan perasaan, rohani dan jasmani, personal dan sosial … proses transformasi diri yang mengolah seluruh diri seseorang sehingga sanggup menjadi manusia yang menjadikan discernment bukan sekadar sebuah opsi, melainkan sebuah cara hidup.
~ Mgr. Paul Budi Kleden, Uskup Keuskupan Agung Ende ~
Hidup imamat para imam hanya dijalani dengan sukacita dan bahagia, serta pastoralnya berbuah melimpah apabila dihayati dengan sumbernya pada Ekaristi. Seorang imam adalah manusia Ekaristi, dan seluruh hidup pelayanan dan pengabdiannya hanyalah bersumber dari Ekaristi dan melaksanakan semangat Ekaristi, melalui pengurbanan dalam pelayanan sehari-hari bagi umat Allah, sebagai perwujudan apa yang dirayakan di atas altar pengurbanan. ~ Prof. Dr. E.Martasudjita ~
Gereja Katolik Indonesia pada saat yang bersamaan perlu universal, tetapi juga partikular; perlu inklusif, tetapi juga eksklusif; perlu humanistik, tetapi juga doktrin. Hanya dengan menjaga keseimbangan ini secara berkesinambungan, Gereja Katolik Indonesia dapat menjadi bagian yang integral dari masyarakat Indonesia, sekaligus mempertahankan identitas ke-Katolik-annya.
~ Prof. Francisia SSE Seda, Ph.D ~
Gereja Katolik tidak hanya membimbing umatnya, tetapi dalam sejarah Indonesia telah memberi tauladan tentang kerja sama dan persahabatan dengan umat yang lain, terutama umat Islam dan tokoh-tokoh nasionalis.
~ Prof. Dr. Al. Makin, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
Tidak tersedia versi lain