Text
Sapu Tangan Tanya?
Di antara debu kota kecil Maumere, seorang pemuda bernama Punca Purnama tumbuh dengan segenggam buku dan segudang pertanyaan. Hidup dalam kesederhanaan, ia menjadikan rasa ingin tahunya sebagai lentera untuk menelusuri makna iman, Tuhan, dan kemanusiaan. Setiap keraguan adalah doa, setiap tanya adalah jembatan menuju kesadaran. Melalui perjalanan batin yang puitis dan reflektif, Punca belajar bahwa beriman bukan berarti berhenti bertanya—justru bertanya adalah wujud iman yang paling jujur.
Novel Sapu Tangan Tanya adalah ziarah jiwa seorang pencari kebenaran yang berani menggugat kemapanan, menantang batas keyakinan, dan berdamai dengan ketidakpastian. Dari ruang kuliah filsafat hingga pantai sunyi tempat ia menulis di bawah bintang, Punca menemukan Tuhan bukan dalam jawaban, melainkan dalam perjalanan itu sendiri—dalam tangis, dalam cinta, dan dalam keberanian untuk tetap percaya meski tanpa kepastian.
Felix Sugar menulis kisah ini dengan bahasa yang lembut sekaligus menggugah, merangkai filsafat, teologi, dan puisi menjadi satu anyaman spiritual yang hidup. Sapu Tangan Tanya bukan sekadar cerita tentang mencari Tuhan, tetapi tentang menemukan diri sendiri di antara luka dan cahaya. Buku ini mengajarkan bahwa setiap manusia, seperti Punca, adalah peziarah tanya—yang berjalan, jatuh, dan bangkit demi menemukan arti dari iman yang sesungguhnya.
Tidak tersedia versi lain