PERPUSTAKAAN IFTK LEDALERO

NPP: 5307042F0000001 | Diligite Lumen Sapientiae

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Visitor
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Asal-usul Manusia Menurut Bibel Al-Quran Sains
Penanda Bagikan

Text

Asal-usul Manusia Menurut Bibel Al-Quran Sains

BUCAILLE, Maurice - Nama Orang;

Sejak dulu perbincangan mengenai dari mana asal muasal manusia selalu menjadi bahasan yang menarik. Hingga saat ini masih terlalu banyak yang tak diketahui manusia tentang dirinya sendiri. Pencarian ini seolah akan menjadi misteri hingga akhir zaman. Hanya Sang Pencipta yang mengetahui dari manakah asal muasal manusia. Mengenai penciptaan manusia itu tertulis di beberapa kitab suci, terutama injil dan Al-Quran secara eksplisit.

Perdebatan sengit mengenai asal muasal manusia semakin menjadi-jadi, ketika teori-teori hasil penemuan manusia dibanding-bandingkan dengan apa yang tertulis di kitab-kitab suci tersebut. Sebut saja salah satunya teori Darwin. Teori Darwin mengatakan manusia mencapai bentuk sekarang ini setelah proses evolusi yang panjang. Penekanannya adalah manusia berawal dari hewan yang mengalami evolusi yang panjang. Ada yang mengatakan manusia berasal dari kera. Ada pula yang mengatakan dari reptil. Jika dibandingkan secara kasat mata dengan apa yang tertulis di kitab suci seperti Injil atau Alquran, sains atau penemuan manusia ini seakan sangat bertentangan.

Hal inilah yang kemudian memacu, Dr. Maurice Bucaille selama lebih dari 40 tahun memusatkan perhatiannya pada bidang biologi molekuler dan genetika. Dokter dari Prancis ini kemudian menelaah dari dekat kitab-kitab suci agama-agama monoteistik, Yahudi, Nasrani dan Islam. Buku ini adalah ringkasan dari hasil telaahnya itu.
Di dalam buku ini, ia menunjukkan, sains dan agama sama sekali tidak bertentangan. Keduanya bahkan sangat selaras. Dari kitab-kitab suci yang ia telaah tersebut ia menemukan Alquran berbeda dengan kitab-kitab suci lainnya. Alquran terlepas dari kesalahan-kesalahan manusiawi yang bisa ditemukan pada kitab-kitab suci lain yang merupakan hasil penulisan kembali oleh orang lain.

Melalui buku ini, Bucaille meyakini bahwa ayat-ayat Al-Quran tentang berbagai fenomena di alam, khususnya tentang asal-usul makhluk hidup, proses biologis pada organisme makhluk hidup, proses-proses biologis pada organisme hidup, tidak berentangan dengan fakta yang ditemukan sains.

Salah satu contohnya kesesuaian antara teori ledakan besar (big bang) dengan ayat dalam Al-Quran (QS Al Anbiya [21]: 30): dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan keduanya., secara tersirat ayat tersebut menyatakan langit dan bumi dahulu merupakan suatu kesatuan lalu kemudian mengalami pemisahan. Dalam sains, mekanisme teori big bang juga menjelaskan mengenai pemisahan langit dan bumi tersebut.

Bucaille juga berpandangan ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang penciptaan Adam dalam (QS Al-Araf [7]: 11) Sesungguhnya kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu kami bentuk tubuhmu sebagai sebuah pernyataan sebuah proses. Ia meyakini ayat tersebut menyiratkan adanya proses perubahan atau transformasi bentuk manusia dalam perjalanan waktu transformasi bentuk manusia dalam perjalan waktu yang panjang sehingga mencapai bentuk sempurna seperti saat ini. Menurutnya, manusia juga mengalami proses evolusi sebagaimana hewan dan makhluk hidup lainnya. Namun, yang membedakan evolusi manusia ini telah diarahkan Tuhan dengan mendesainnya menjadi bentuk yang sempurna seperti sekarang.

Sayangnya, Bucaille sendiri tidak memberikan penjelasan bagaimana proses transformasi dari makhluk hidup sebelumnya menjadi manusia yang sekarang ini. Penjelasan Bucaille menjadi kurang dapat dipahami ketika di beberapa bagian buku ini, Bucaille mengakui kebenaran teori evolusi pada makhluk selain manusia. Namun, dia tidak menyatakan evolusi manusia tidak berkaitan dengan evolusi makhluk lain. Di lain sisi ia meyakini khusus dalam penciptaan manusia ada peran Tuhan dengan mekanisme evolusi kreatif-Nya (meminjam istilah Bucaille). Lalu bagaimana dengan penciptaan makhluk lain. Apakah tidak memerlukan evolusi kreatif dari Tuhan? Apakah tidak memerlukan desain yang Maha Kuasa? Padahal keanekaragaman hayati di alam ini sungguh luar biasa mengagumkan, masing-masing spesies memiliki keunikan, strategi hidup, keindahan bentuk, struktur bentuk, struktur anatomi, fisiologi dan genetika. Semuanya begitu mengagumkan bahkan jika diamati pada satu sel bakteri sekalipun. Apakah mungkin hal ini terjadi hanya dengan mekanisme alamiah tanpa desain Tuhan?

Terlepas dari semua itu, walaupun buku ini bukan gugatan secara menyeluruh menganai teori evolusi. Buku ini merupakan upaya yang menarik untuk mendiskusikan masalah asal usul manusia dengan ayat-ayat suci dan membandingkannya dengan temuan ilmiah dalam sains modern. Gagasan dan pemikiran Bucaille dalam buku ini dapat memperkaya wawasan dalam perbincangan tentang asal-usul manusia.


Ketersediaan
#
PERPUSTAKAAN KAMPUS 1 297.07 BUC a C-1
1026510101
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
297.07 BUC a
Penerbit
Bandung : Mizan., 1987
Deskripsi Fisik
267 hlm.; 21 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
297.07
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan ke-2
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Maurice Bucaille
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN IFTK LEDALERO
  • Login Pustakawan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
Visitor Perpustakaan IFTK Ledalero Flag Counter

Tentang Kami

Perpustakaan Ledalero merupakan salah satu unit kerja dalam lingkup Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero yang bertugas untuk menyediakan pelbagai jenis koleksi dalam rangka mendukung kegiatan perkuliahan di IFTK Ledalero.Perpustakaan Ledalero didirikan oleh Pater Adrian Vlooswijk, SVD pada tanggal 20 Mei 1937. Nama Perpustakaan Ledalero, diambil dari nama Perpustakaan Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero. Pemilik Perpustakaan ini ialah Seminari Tinggi Santo Paulus, Ledalero. Seminari Tinggi ini adalah Lembaga Pendidikan Calon Imam Pribumi dan dikelolah oleh Tarekat Societas Verbi Divini (SVD), atau Serikat Sabda Allah, sebuah Tarekat misioner internasional. Sejak berdirinya Seminari Tinggi ini pada tahun 1937, Perpustakaan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari karya pendidikan calon imam di Seminari Tinggi ini yang sesungguhnya merupakan satu Pendidikan Perguruan Tinggi.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community & TIM IT IFTK LEDALERO

Ditenagai oleh SLiMS & Criswanto Tapo
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?