Di antara debu kota kecil Maumere, seorang pemuda bernama Punca Purnama tumbuh dengan segenggam buku dan segudang pertanyaan. Hidup dalam kesederhanaan, ia menjadikan rasa ingin tahunya sebagai lentera untuk menelusuri makna iman, Tuhan, dan kemanusiaan. Setiap keraguan adalah doa, setiap tanya adalah jembatan menuju kesadaran. Melalui perjalanan batin yang puitis dan reflektif, Punca belajar b…
Novel yang berjudul “Balada Becak” merupakan novel buatan Y.B. Mangunwijaya. Romo Mangun membuat buku ini sebagai salah satu novel pertama yang ia buat. Novel ini mengisahkan tentang kisah cinta sederhana dari tahun 80-an. Bahasa sastra yang menarik pembaca untuk meresapi dan kembali membayangkan masa itu. Novel ini dapat membuat pembacanya seolah-olah masuk dalam kisah. Novel roman yang di…
Inilah yang kubayangkan detik-detik terakhir Bapak: 18 Mei 1970. Hari gelap. Langit berwarna hitam dengan garis ungu. Bulan bersembunyi di balik ranting pohon randu. Sekumpulan burung nasar bertengger di pagar kawat. Mereka mencium aroma manusia yang nyaris jadi mayat bercampur bau mesiu. Terdengar lolongan anjing berkepanjangan. Empat orang berbaris rapi, masing-masing berdiri dengan senapan y…
Di jalanan ini, anak-anak miskin berjaja diri, kami bukan Semar mendem, bagi kami Semar mendem hanyalah jajan. Dulu Semar mendem ini kami buat sendiri, sekarang dari orang kaya jajan ini harus kami beli, kami hanyalah penjaja jajan Semar mendem, orang-orang kaya itulah Samar mendemnya. Selama ini Semar adalah hamba yang merunduk tunduk bersujud, namun sebenarnya in adalah manusia yang menahan k…
Gaji? Cukup, cukup besar. Karier? Mulus melesat. Bisnis? Sebentar lagi soft launching. Karya? Sudah banyak yang suka. Jodoh? Aih! Sedikit lagi. Mantap betul nasib Arko, Gala, Juwisa, Sania, Ogi dan Randi. Para alumni Kampus UDEL yang amburadul ini, ternyata berhasil melawan tikus-tikus kehidupan. Namun, tikus-tikus tersebut nyatanya tidak sepenuhnya hilang. Mereka malah membesar, menyelinap dal…
Di Kampus UDEL, terjebaklah tujuh mahasiswa yang hidup segan kuliah tak mau. Mereka terpaksa kuliah di kampus yang Google saja tak dapat mendeteksi. Cobalah sekarang Anda googling "Kampus UDEL," takkan bertemu! Alasan mereka masuk UDEL macam-macam. Ada yang otaknya tak mampu masuk negeri, ada yang uang orangtuanya tak cukup masuk swasta unggul, ada pula yang karena... biar kuliah aja.
Kami (Bukan) jongos Berdasi
"FAKIR MISKIN DIPELIHARA OLEH NEGARA."Fakir miskin dipelihara oleh negara. Lalu siapa yang memelihara fakir asmara? Patah hati? Hal biasa. Jadi “badut” yang menghibur saja? Apa boleh dikata. Ditinggal saat lagi sayang-sayangnya? Sudah level dewa. Berbeda dengan seri Kami (Bukan) lainnya yang selalu bertokoh utamakan para mahasiswa dan alumni Kampus UDEL, di buku ini sang dosen merek…