Buku ini membantu kita untuk ikut serta mensukseskan pembentukan pribadi manusia yang utuh di keluarga, sekolah, maupun masyarakat dengan memperhatikan pembentukan keutamaan.
“Paling sedikit duabelas tahun waktu dihabiskan untuk bersekolah. Masa yang lama dan menjemukan jika sekedar mengisinya dengan duduk, mencatat, mendengarkan guru berceramah di depan kelas, dan sesekali bermain. Sekolah memang bisa mencetak seseorang menjadi pejabat, tetapi juga penjahat. Masihkah pantas sekolah mengakui diri sebagai pemeran tunggal yang mencerdaskan dan memanusiakan seseor…