Kekacauan politik pasca-reformasi, tiada kepastian hukum berikut penegakannya yang tidak tegak-tegak juga --dan ini membuat para pencuri (kleptokrat) bergentayangan di segala lapisan dan lini kehidupan-- lemahnya keteladanan elite kepemimpinan nasional, cengkeraman kapitalisme global yang membuat perekonomian kita tergantung pada mandor IMF serta dunia pendidikan masih banyak menyimpan masalah …
Di tengah sebuah era di mana pemahaman tentang politik sedang dikaburkan dan dideterminasi oleh praktik politik yang diwarnai tipu muslihat, perebutan kekuasaan dan korupsi, sebuah refleksi mendasar tentang konsep politik menjadi penting. Refleksi filosofis mengembalikan kesadaran kita kepada pemahaman politik yang sesungguhnya. Seperti actus refleksi filosofis pada umumnya, kegiatan refleksi f…
Buku Post-Sekularisme, Toleransi dan Demokrasi karya Dr.Otto Gusti Madung ini membahas secara komprehensif tentang bagaimana agama yang semula tersingkir dalam sekularisasi, sekularitas, sekularisme dan modernisasi mengalami kebangkitan kembali dalam masa kini yang dapat disebut sebagai pasca-sekularisme. Tetapi kebangkitan agama--baik Katolik, Protestan, Islam, Yahudi, Hindu, Budha dan seterus…
Buku ini dimaksudkan untuk memberi pengantar dan penilaian kritis, tentang aliran-aliran utama pemikiran yang telah mendominasi peradebatan kontemporer, dalam filsafat politik normatif dan teori-teori terkini tentang masyarakat yang baik, bebas, dan adil. Tokoh-tokoh sejarah juga beberapa persoalan lain yang dulu pernah dianggap penting dalam filsafat politik, seperti analisis konsep kek…
Persoalan sengketa tanah saat ini sudah gawat. Berbagai kasus tanah, dari tahun 80-an hingga sekarang masih saja menyisakan tragedi luar biasa. Bentuk manipulasi dan kekerasan dalam penanganan kasus tanah masih dominan. Malahan beberapa kasus tanah menggunakan berbagai teror dan pemakaian senjata yang berakibat banyak jatuh korban. Dalam rangkaian kisah-kisah pelanggaran, buku ini muncul sebaga…
Negara Orde Baru menggunakan paradigma berorientasi pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi dalam menggerakan roda pembangunannya. Sistem politik otoritarian yang berpadu erat dengan perspektif developmentalis itu menghasilkan sebuah ideologi gender yang dipakai untuk menunjang hierarki negara-masyarakat sipil. Perempuan menjadi sekedar obyek yang perlu diintegrasikan ke dalam pembangunan demi …